Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

...?

Gambar
Harapan itu meninggi
Menjulang menantang langit
Tak tahu diri
Tak sadar akan persaingan yang sengit

Ia tersentak
Tersadar
Terusik oleh bisikan angin yang berdecak
Menertawakan harap
Yang terus melambung ke angkasa raya

Allah Oriented vs. Study Oriented

Gambar
Ceritanya saya lagi jenuh dengan semua ini(?). Maksudnya, saya sedang jenuh dengan segala hal tentang laporan, responsi, tugas pendahuluan, dan lain sebagainya. Saya juga muak melihat semua kesibukan-kesibukan ini, seakan tiada habisnya. Tiba-tiba saya berpikir (saya memang suka sekali berpikir tiba-tiba >.<), kenapa.... kenapa ya orang-orang selalu panic to the max kalo sudah menyangkut urusan kuliah. Ya, okelah, saya juga kadang-kadang panik. Tapi yang saya bicarakan disini, orang-orang memandang tugas kuliah sebagai sesuatu yang maha penting dalam hidupnya. Seakan tidak ada lagi kepentingan diatasnya. Apa tuh istilahnya? Study-oriented? Iya... itu. Yang kadang bikin ngeri, adalah mereka yang rela meninggalkan waktu shalat demi datang kuliah tepat waktu, soalnya takut di-alpa sama dosennya yang killer. Ada juga yang rela melakukan maksiat (tapi suka nggak sadar kalo itu maksiat), demi melakukan perintah sang senior yang terhormat. Rela disuruh ini-itu tanpa menyaring apakah Al…

Seperti Ini Etika Berdebat dalam Islam

Gambar
Debat (al-jadal/al-jidâl) identik dengan dialog/diskusi (at-tahâwur). Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kalian berdua. (QS al-Mujadalah [58]: 1).

Dalam ayat ini Allah menyebut debat dengan istilah tahâwur, artinya berdiskusi/berdialog. Debat pada dasarnya adalah menyampaikan hujah atau yang diduga sebagai hujah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya adalah untuk membela pendapatnya atau mazhabnya, membatalkan hujah lawannya, serta mengalihkannya pada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.

UNTUNGNYA, SAYA TIDAK MENYERAH

Gambar
Dalam hidup ini, kadang kita mengalami masalah yang menurut kita terlalu berat. Menghadapi rintangan yang menurut kita terlalu rumit dan sulit untuk kita pecahkan. Sebegitu buruknya, sampai-sampai kepercayaan diri kita rapuh dan kita berpikir menyerah akan menyelesaikan semuanya. Kita sampai berpikir, "Ya sudahlah, saya tidak bisa melakukan ini. Saya menyerah saja." Begitu payahnya. Padahal, mungkin saat itu kita hanya sedikit panik sehingga tidak bisa berpikir jernih. Mungkin kita begitu dikagetkan oleh masalah yang datang tiba-tiba, hingga kita tidak bisa berpikir dengan kepala dingin untuk menemukan solusinya. Ya, ketika panik, kita akan berpikir PENDEK. Kita hanya berpikir, "yang penting saya aman saat ini." Ketika panik, kita tidak bisa berpikir matang dan jangka panjang. Pokoknya, menyerah adalah pilihan favorit!
Ketika kita memilih untuk menyerah, mungkin kita akan terlepas dari masalah itu............. untuk sesaat saja. Ingat, untuk sesaat saja. Well, kita …