Awal tahun ini, saya menyadari satu hal sederhana: kita harus bersyukur ketika masih punya kesempatan untuk bersyukur. Alhamdulillah, terima kasih, Ya Allah... Ada banyak hal yang sebelumnya telah saya sesalkan, ada banyak hal yang membuat saya menggerutu, marah, dan sebagainya, bahkan termasuk hal-hal sederhana, dan kini saya sadar bahwa bisa jadi hal-hal itu akan diambil oleh Allah. Sayangnya, saya baru menyadari betapa saya membutuhkan-dan mencintainya- ketika saya sudah kehilangannya. Bahwa kesyukuran itu mahal sekali harganya, benar. Mensyukuri segala yang datang meskipun kita tidak senang. Mensyukuri segala yang menghampiri meski kita tak selalu menyukai. Namun pada akhirnya, kita akan selalu sadar bahwa semua yang berasal dariNya selalu baik, selalu indah, selalu manis. Bersyukurlah.
DAKWAH. DAKWAH. DAKWAH. RATAKAN DENGAN ISLAM. RATAKAN DENGAN SYARIAH. RATAKAN DENGAN KHILAFAH. SEBARKAN DAKWAH KE SEGALA PENJURU. Hei, Apa kau tak jenuh? Apa kau tak bosan? Apa kau tak tergoda untuk berhenti, mencari kesenangan lain? TIDAAAAAAKKKKK! Bahkan seandainya kelelahan ini yang akan memuliakanku di hadapan Allah, Sungguh lebih aku cintai kelelahan ini daripada hanya sekedar beristirahat beberapa detik. ALLAH TAK PERNAH INGKAR JANJI. ALLAH TAK PERNAH MENEBAR HARAPAN PALSU. ALLAH TAK PERNAH LALAI MENGHITUNG SETIAP IKHTIARKU. TERUSLAH, TERUSLAH BERJALAN BERLARI MENEBARKAN ISLAM SAMPAI KELELAHAN ITU LELAH MENYERTAIMU SAMPAI KEFUTURAN ITU FUTUR MENGIKUTIMU! SAMPAI WAKTUMU HABIS, DAN SAAT ITULAH WAKTUMU UNTUK BERISTIRAHAT.
Baru semalam ngoceh panjang lebar sama seorang adik, "Kesulitan itu terkadang datang untuk menguji kedekatan kita pada Allah dan pada Alqur'an..." Malam ini langsung ujian. Ujian komitmen terhadap ucapan. Allah :')
Komentar
Posting Komentar